BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar
ke-5 sesudah RRC, India, USSR, dan USA, sangat merasakan dampaknya. Banyaknya
jumlah penduduk berdampak positif dan negative.
Dampak positifnya adalah semakin banyaknya sumber daya
manusia yang dapat mengabdikan diri untuk memajukan Negara, tetapi dampak
negatifnya adalah dapat memunculkan masalah-masalah kependudukan
akibat kurangnya sarana untuk mengimbangi jumlah penduduk dan penyebarannya
yang tidak merata.
Masalah-masalah kependudukan dapat berdampak pada aam
sekitar. Misalnya, kepadatan penduduk dapat menyebabkan krisis air
bersih. Air bersih yang digunakan sehari-hari sebagian besar berasal dari
air tanah, air permukaan, dan air atmosfer. Jumlah air di bumi ini tetap,
sedangkan jumlah penduduk makin bertambah dari tahun ke tahun. Meskipun 2/3
dari luas bumi berupa air, namun tidak semua jenis air dapat digunakan secara
langsung. Oleh karena itu, persediaan air bersih yang terbatas dapat
menimbulkan masalah yang cukup serius. Air bersih dibutuhkan oleh berbagai
macam industri, untuk memenuhi kebutuhan penduduk, irigasi, ternak, dsb. Jumlah
penduduk yang meningkat juga berarti semakin banyak sampah atau limbah yang
dihasilkan. Hal ini mengakibatkan kurangnya kesediaan air bersih.
Masalah lingkungan hidup akhir-akhir ini telah dijadikan isu
global terutama dua dekade terakhir. Sehingga, baik pemerintah maupun
masyarakat di Negara-negara maju telah memberikan perhatian yang
serius pada masalah tersebut. dunia semakin menyadari bahwa eksploitasi sumber
daya alam (natural resources) yang hanya berorientasi ekonomi tidak hanya
membawa efek positif tetapi juga membawa efek negative.
BAB II
PEMBAHASAN
Beberapa permasalahan kependudukan, khususnya di Indonesia:
KEMISKINAN
Kemiskinan adalah keadaan dimana seseorang tidak sanggup
memelihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf hidup kelompoknya dan juga tidak
mampu memanfaatkan tenaga, mental maupun fisiknya dalam kelompok tersebut.
Adapun ciri-ciri kemiskinan pada umumnya adalah. Pertama
pada umumya mereka tidak memiliki faktor produksi seperti tanah modal ataupun
keterampilan sehingga kemmpuan untuk memperoleh pendapatan menjadi terbatas.
Kedua mereka tidak memmiliki kemungkinan untuk memperoleh aset produksi dengan
kekuatan sendiri. Ketiga tingkat poendidikan rendah waktu mereka tersita untuk
mencari nafkah dan mendapatkan pendapatan penghasilan. Keempat kebanyakan
mereka tinggal di pedesaan. Kelima mereka yang hidup di kota masih berusia muda
dan tidak didukung oleh keterampilan yang memadai.
Penyebab Kemiskinan
Tidak sulit mencari faktor-faktor penyebab kemiskinan,
tetapi dari faktor-faktor tersebut sangat sulit memastikan mana yang merupakan
penyebab sebenarnya serta mana yang berpengaruh langsung dan tidak langsung
terhadap perubahan kemiskinan. Adapun faktor-faktor penyebab kemiskinan yaitu:
•
Tingkat dan laju pertumbuhan output
• Tingkat upah neto
• Distribusi pendapatan
• Kesempatan kerja
• Tingkat inflasi
• Pajak dan subsidi
• Investasi
• Alokasi serta kualitas SDA
• Ketersediaan fasilitas umum
• Penggunaan teknologi
• Tingkat dan jenis pendidikan
• Kondisi fisik dan alam
• Politik
• Bencana alam
• Peperangan
Dampak Dari Kemiskinan Terhadap Masyarakat
Banyak dampak yang terjadi yang disebabkan oleh kemiskinan
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Kesejahteraan masyarakat sangat jauh
dan sangat rendah
Ini berarti dengan adanya tingkat kemiskinan yang tinggi
banyak masyarakat Indonesia yang tidak memiliki pendapatan yang mencukupi
kebutuhan hidup masyarakat.
2. Tingkat kematian meningkat
Ini dimaksudkan bahwa masyarakat
Indonesia banyak yang mengalami kematian akibat kelaparan atau melakukan
tindakan bunuh diri karena tidak kuat dalam menjalani kemiskinan yang di alami.
3. Banyak penduduk Indonesia yang
kelaparan karena tidak mampu untuk membeli kebutuhan akan makanan yang mereka
makan sehari-hari
4. Tidak bersekolah (tingkat pendidikan
yang rendah) ini menyebabkan masyarakat Indonesia tidak mempunyai ilmu yang
cukup untuk memperoleh pekerjaan dan tidak memiliki keterampilan yang cukup
untuk memperoleh pendapatan
5. Tingkat kejahatan meningkat
Masyarakat Indonesia jadi terdesak untuk
memperoleh pendapatan dengan cara-cara kejahatan karena dengan cara yang baik
mereka tidak mempunyai modal yaitu ilmu dan ketermpilan yang cukup.
Program Pemerintah Dalam Penanggulangan Kemiskinan:
1. Pembangunan inklusif
Pembangunan ini melibatkan seluruh partisipasi masyarakat
dalam menanggulangi kemiskinan.
2. Peningkatan akses masyarakat miskin
Masyarakat miskin pada umumnya memiliki kesulitan dalam
memenuhi hak – hak dasarnya, dalam program ini pemerintah berusaha meningkatkan
investasi modal manusia dan membantu mengurangi biaya yang dirasa memberatkan
masyarakat miskin.
3. Pemberdayaan kelompok masyarakat miskin
Pemberdayaan ini dilakukan dengan cara memberikan bantuan
yang bertujuan meningkatkan produktivitas masyarakat miskin sehingga menjadi
lebih produktif dan sejahtera.
4. Pengembangan sistem perlindungan sosial
Sistem perlindungan sosial bisa berwujud jaminan kesehatan
masyarakat yang memberikan manfaat yang bersifat komprehensif.
KESEHATAN
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa,
dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara
sosial dan ekonomis. Pemeliharaan kesehatan adalah upaya
penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan,
pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan. Pendidikan
kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara
sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan
berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya
dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh
Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan
kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk
mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi
kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa saat ini lebih dari 80
persen rakyat Indonesia tidak mampu mendapat jaminan kesehatan dari
lembaga atauperusahaan di bidang pemeliharaan kesehatan, seperti Akses,
Taspen, dan Jamsostek. Golongan masyarakat yang dianggap 'teranaktirikan'
dalam hal jaminan kesehatan adalah mereka dari golongan masyarakat kecil
dan pedagang. Dalam pelayanan kesehatan, masalah ini menjadi
lebih pelik, berhubung dalam manajemen pelayanan kesehatan tidak saja
terkait beberapa kelompok manusia, tetapi juga sifat yang khusus dari pelayanan
kesehatan itu sendiri.
Kesehatan Menurut Undang-Undang
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan
sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.
Upaya kesehatan adalah setiap kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah dan atau masyarakat.
Tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri
dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan di
bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk
melakukan upaya kesehatan.
Sarana kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya kesehatan.
Kesehatan adalah sesuatu yang sangat berguna. Bila kita
sehat kita akan menikmati hidup lebih indah
Tujuan Kesehatan Dalam Segala Aspek
Salah satu tujuan nasional adalah memajukan
kesejahteraan bangsa, yang berarti memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu
pangan, sandang, pangan, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja
dan ketenteraman hidup Tujuan pembangunan kesehatan adalah tercapainya
kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk, jadi tanggung jawab untuk
terwujudnya derajat kesehatan yang optimal berada di tangan
seluruh masyarakat Indonesia, pemerintah dan swasta bersama-sama.
Tujuan dan Ruang Lingkup Kesehatan Lingkungan
Tujuan dan ruang lingkup kesehatan lingkungan dapat dibagi
menjadi dua, secara umum dan secara khusus. Tujuan dan
ruang lingkup secara umum, antara lain:
Melakukan koreksi atau perbaikan terhadap
segala bahaya dan ancaman pada kesehatan dan kesejahteraan hidup
manusia.
Melakukan usaha pencegahan dengan cara mengatur sumber-sumber
lingkungan dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan
hidup manusia.
Melakukan kerja sama dan menerapkan program terpadu di
antara masyarakat dan institusi pemerintah serta lembaga nonpemerintah dalam
menghadapi bencana alam atau wabah penyakit menular.
Adapun tujuan dan ruang lingkup secara khusus meliputi
usaha-usaha perbaikan atau pengendalian terhadap lingkungan hidup manusia, yang
di antaranya berupa:.
Ø Menyediakan air bersih yang cukup dan memenuhi
persyaratan kesehatan.
Ø Makanan dan minuman yang diproduksi dalam skala besar
dan dikonsumsi secara luas oleh masyarakat.
Ø Pencemaran udara akibat sisa pembakaran BBM, batubara,
kebakaran hutan, dan gas beracun yang berbahaya bagi kesehatan
dan makhluk hidup lain dan menjadi penyebab terjadinya perubahan ekosistem.
Ø Limbah cair dan padat yang berasal dari
rumah tangga, pertanian, peternakan, industri, rumah sakit, dan
lain-lain.
Ø Kontrol terhadap arthropoda dan rodent yang
menjadi vektor penyakit dan cara memutuskan rantai penularan
penyakitnya.
Ø Perumahan dan bangunan yang
layak huni dan memenuhi syarat kesehatan.
Ø Kebisingan, radiasi, dan kesehatan kerja.
Ø Survei sanitasi untuk perencanaan,
pemantauan, dan evaluasi program kesehatan lingkungan
Tujuan Pembangunan Kesehatan
Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan
diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:
Ø Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong
dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
Ø Perbaikan mutu lingkungan hidup yang
dapat menjamin kesehatan.
Ø Peningkatan status gizi masyarakat.
Ø Pengurangan kesakitan (morbiditas) dan kematian
(mortalitas).
Ø Pengembangan keluarga sehat sejahtera, dengan
makin diterimanya norma keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.
PENGANGGURAN
Di dalam memenuhi kebutuhan hidup, manusia hendaknya bekerja
– manusia yang sudah pantas bekerja di sebut dengan tenaga kerja
Tenaga kerja yaitu penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan,
antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan,
mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga.
Angkatan kerja adalah mereka yang mempunyai pekerjaan, baik sedang bekerja
maupun yang sementara tidak sedang bekerja karena suatu sebab (petani yang
menunggu panen,karyawan yang sedang sakit,dsb).
Sedangkan yang dimaksud dengan usia pekerja adalah tingkat umur seseorang yang
diharapkan dapat bekerja dan memperoleh pendapatan. Di Indonesia kisaran usia
kerja adalah antara 10-64 tahun. Kemudian yang disebut sebagai pengangguran
atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang
mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang
yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan.
Faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat pengangguran
Masalah pengangguran tentulah tidak muncul begitu saja tanpa
suatu sebab. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pengganguran secara
global adalah sebagai berikut :
1. Besarnya Angkatan Kerja Tidak Seimbang
dengan Kesempatan Kerja
Ketidakseimbangan terjadi apabila jumlah angkatan kerja
lebih besar daripada kesempatan kerja yang tersedia. Kondisi sebaliknya sangat
jarang terjadi.
2. Lapangan Kerja sedikit
3. Kebutuhan jumlah dan jenis tenaga
terdidik dan penyediaan tenaga terdidik tidak seimbang
Apabila kesempatan kerja jumlahnya sama atau lebih besar
daripada angkatan kerja, pengangguran belum tentu tidak terjadi. Alasannya,
belum tentu terjadi kesesuaian antara tingkat pendidikan yang dibutuhkan dan
yang tersedia. Ketidakseimbangan tersebut mengakibatkan sebagian tenaga kerja
yang ada tidak dapat mengisi kesempatan kerja yang tersedia.
4. Penyediaan dan Pemanfaatan Tenaga Kerja
antar daerah tidak seimbang
Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin saja lebih
besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat terjadi keadaan
sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan tenaga kerja dari
suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke negara lainnya.
5. Budaya pilih-pilih pekerjaan
Pada dasarnya setiap orang ingin bekerja sesuai dengan latar
belakang pendidikan. Dan lagi ditambah dengan sifat gengsi maka tak heran
kebanyakan yang ditemukan di Indonesia bukan pengangguran terselubung,
melainkan pengangguran terbuka yang didominasi oleh kaum intelektual
(berpendidikan tinggi).
6. Pemalas
Selain budaya memilih-milih pekerjaan,budaya (negatif) lain
yang menjamur di Indonesia adalah budaya malas. Malas mencari pekerjaan
sehingga jalan keluar lain yang ditempuh adalah dengan menyogok untuk
mendapatkan pekerjaan.
Pengangguran adalah kekhawatiran terbesar di dunia saat ini
simpul sebuah survey yang dilakukan oleh BBC World Service terhadap 11.000
orang di 23 negara.
Dalam jajak pendapat tahunan ini, dinamai The World Speaks
(Dunia berbicara), ditulis sederet daftar hal yang meresahkan dan responden
diminta membicarakan dengan keluarga dan teman apa yang paling mereka
khawatirkan sepanjang bulan lalu.
Korupsi dan kemiskinan masih duduk di posisi kecemasan
tertinggi, namun pengangguran disebut oleh 18% responden, enam kali lipat dari
jumlah orang yang mengkhawatirkannya saat pertama kali masuk daftar pada survey
pertama tahun 2009.
Jajak pendapat ini dilakukan oleh Globescan, dimana hasilnya
menunjukkan kecemasan terhadap kehilangan pekerjaan dirasakan merata di
berbagai negara yang menjadi lokasi survey, meski persoalan korupsi masih jadi
isu yang paling banyak dibicarakan sebagai persoalan dunia.
Hampir seperempat responden menyatakan telah membicarakan
soal pengangguran dalam bentuk apapun dalam sebulan terakhir. Kekhawatiran
terbesar berkutnya adalah kemiskinan ekstrim dimana satu dari lima responden
mengaku membicarakan masalah ini baru-baru ini.
Hal terkait dengan inflasi, seperti harga bahan pokok dan
BBM yang terus meroket, ada di peringkat ketiga, dan seperti juga masalah
pengangguran soal kenaikan harga dibicarakan oleh 18% orang yang disurvey.
Tetapi beda negara, nampaknya muncul perbedaan tingkat
kekhawatiran pula meski sama-sama berkisar pada persoalan pengangguran.
Negeri paling atas yang mencemaskan isu pengangguran adalah
Spanyol, dimana 54% responden mengatakan membicarakan persoalan ini baru-baru
saja, naik dari sebelumnya sepertiga responden yang ditanyai di negara Eropa
ini menurut jajak BBC yang sama tahun lalu.
Sementara berturut-turut Ghana, Meksiko, Nigeria dan Turki
adalah negara-negara dimana topik ini menjadi bahan pembicaraan yang diwarnai
kecemasan, dimana sepertiga atau lebih responden yang disurvey menyatakan
membicarakan isu pengangguran sebulan terakhir.
Cara mengatasi Pengangguran
Beberapa Tujuan Kebijakan Pemerintah :
1. Tujuan
Bersifat Ekonomi
a. Menyediakan lowongan pekerjaan dari
tahun ke tahun
b. Meningkatkan taraf kemakmuran
masyarakat
c. Memperbaiki pembagian pendapatan
2. Tujuan Bersifat social dan politik
a. Meningkatkan kemakmuran keluarga dan
kestabilan keluarga, di dalam suatu rumah tangga harus ada yang mempunyai
pekerjaan guna memenuhi kebutuhannya.
b. Menghindari masalah kejahatan, karena
semakin tinggi pengangguran maka semakin tinggi kasus kejahatan.
c. Mewujudkan kestabilan politik, dalam
perekonomian yang tingkat penganggurannya tinggi masyarakat sering kali
melakukan demontrasi dan mengemukakan kritik atas pemimpin pemerintah dan ini
dapat menghambat kegiatan ekonomi. Sebagai akibatnya perkembangan ekonomi yang
terlambat berakibat pangangguran memburuk.
3. Tindakan Pemerintah
Tindakan pemerintah dalam mengatasi pengangguran:
a. mengurangi pajak
b. mendorong lebih banyak investasi
membari subsidi
c. Meningkatkan taraf kemakmuran
masyarakat
d. Memperbaiki pembagian pendapatan
e. Menghindari masalah kejahatan
f. Menambah keterampilan masyarakat
MIGRASI NASIONAL DAN INTERNASIONAL
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat
yang satu ke tempat yang lain dengan tujuan untuk menetap. Dalam mobilitas
penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk
yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang
merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara
saja.
Dalam teori terdapat berbagai pendapat dari para ahli ,
yaitu:
2.1.1 Menurut Knox & Pinc (2000) zamam modern
perubahan migrasi yaitu meningkatnya jumlah penduduk dari suatu daerah,
meningkatnya kepadatan penduduk dan dalam waktu yang sama meningkatkan juga
perbedaan dan stratafikasi sosial penduduk.
2.1.2 Menurut Vago (1999) melalui teori ini
perubahan sosial berkait rapat dengan perubahan dimensi diperingkat lokal,
wilayah dan global yang di dukung dengan perubahan tenologi. Ruang
lingkup evoluasi perubahan sosial termasuklah dalam aspek perubahan
manusia, stratifikasi sosial, pendidikan dan ekonomi. Dampak kepada evoluasi
perubahan sosial itu ia memberi kesan kepada corak, struktur dan organisasi
sosial masyarakat. Ini bemakna kesan proses urbanisasi tadi membentuk identitas
baru masyarakat secara evoluasi sama ada dalam jangka masa pendek atau jangka
masa panjang.
2.1.3 Menurut E.G.Ravenstein (2001) arus dan arus
balik, artinya setiap arus migrasi utama menimbulkan arus balik penggantiannya
perbedaan antara desa dan kota mengenai kecenderungan melakukan imigrasi.
Wanita melakukan migrasi pada jarak dekat dibandingkan pria .Teknologi dan
Imigrasi, artinya bahwa teknologi menyebabkan migrasi meningkat motif
ekonomi merupakan dorongan utama orang melakukan migrasi.
Macam-Macam Atau Jenis Migrasi
Migrasi dapat dibagi atas dua golongan yaitu:
Ø Migrasi Internasional
Migrasi Internasional adalah perpindahan penduduk dari
suatu negara ke negara lain. Migrasi ini dapat dibedakan atas tiga macam yaitu:
a. Emigrasi
Adalah keluarnya penduduk dari suatu negara ke negara lain.
b. Imigrasi
Adalah masuknya penduduk ke dalam suatu negara tertentu
untuk tujuan menetap.
c. Remigrasi
Adalah kembalinya penduduk ke negara asal setelah beberapa
lama berada di negara orang lain.
Ø Migrasi Nasional atau Internal
Migrasi Nasonal adalah perpindahan penduduk di dalam satu
negara. Migrasi ini terdiri atas beberapa jenis, yaitu:
a. Urbanisasi
Adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan
menetap.Faktor yang menyebabkan terjadinya urbanisasi yaitu: ingin mencari
pekerjaan, karena di kota lebih banyak lapangan kerja dan upahnya tinggi, ingin
mencari pengalaman di kota, ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi dan sebagainya.
b. Transmigrasi
Adalah perpindahan penduduk dari pulau yang padat penduduk
ke pulau yang jarang penduduknya di dalam wilayah Indonesia. Transmigrasi
pertama kali dilakukan di Indonesia pada tahun 1905 oleh pemerintah Belanda
yang dikenal dengan nama kolonisasi.
c. Ruralisasi
Adalah perpindahan penduduk dari kota ke desa dengan tujuan
menetap. Ruralisasi merupakan kebalikan dari urbanisasi.
Faktor-Faktor Penyebab Terjadinya Migrasi
Adapun faktor dari migrasi adalah :
Faktor-faktor pendorong misalnya :
a. Makin berkurangnya sumber-sumber alam.
b. Menyepitnya lapangan kerja di tempat asal akibat
masuknya teknologi modern mengunakan mesin-mesin.
c. Adanya tekanan-tekanan atau diskriminasi politik,
agama, suku di daerah asal.
d. Tidak cocok lagi dengan adat/budaya/keper cayaan di
tempat asal.
e. Bencana alam baik banjir, kebakaran, gempa bumi,
musim kemarau panjang dan adanya wabah penyakit.
f. Adanya gangguan keamanan seperti peperangan,
dan konflik antar kelompok.
g. Ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih
tinggi.
Faktor-faktor penarik misalnya :
a. Kesempatan mendapatkan pendapatan yang lebih baik.
b. Kesempatan mendapatkan pendidikan yang lebih
tinggi.
c. Tarikan dari orang yang diharapkan sebagai tempat
berlindung.
d. Adanya aktivitas-aktivitas di kota besar.
Dampak Migrasi Penduduk :
Migrasi penduduk baik nasional maupun internasional
masing-masing memiliki dampak positif dan negatif terhadap daerah asal maupun
daerah tujuan.
Dampak dari Emigrasi
Dampak positif dari emigrasi yaitu dapat menambah
devisa bagi negara terutama dari penukaran mata uang asing, dapat
memperkenalkan kebudayaan ke bangsa lain, dapat mengurangi ketergantungan
tenaga ahli dari luar negeri.
Dampak negatif dari emigrasi yaitu emigran yang
tidak resmi dapat memperburuk citra negaranya, kekurangan tenaga terampil dan
ahli bagi negara yang ditinggalkan.
Dampak dari Imigrasi
Dampak positif dari imigrasi yaitu dapat membantu
memenuhi kekurangan tenaga ahli, dapat menambah rasa solidaritas antarbangsa,
adanya pengenalan ilmu dan teknologi dapat mempercepat alih teknologi.
Dampak negatif dari imigrasi yaitu masuknya budaya
asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa, imigran yang masuk
adakalanya di antara mereka memiliki tujuan yang kurang baik seperti pengedar
narkoba, bertujuan politik, dan lain-lain.
Dampak dari Urbanisasi
Dampak Positif Urbanisasi yaitu dapat mengurangi
jumlah pengangguran di desa, dapat memenuhi kebutuhan tenaga kerja di kota,
meningkatkan taraf hidup penduduk desa, dapat meningkatkan perekonomian di
kota.
Dampak negatif dari urbanisasi yaitu berkurangnya
tenaga terampil dan terdidik di desa, produktivitas pertanian di desa menurun,
meningkatnya pengangguran di kota, meningkatnya tindak kriminalitas di kota,
timbulnya pemukiman kumuh akibat sulitnya mencari perumahan.
Dampak dari Transmigrasi
Dampak positif dari transmigrasi yaitu dapat
mengurangi pengangguran bagi daerah yang padat penduduknya, dapat meningkatkan
taraf hidup masyarakat terutama transmigran, dapat memenuhi kekurangan tenaga
kerja di daerah tujuan transmigrasi, dapat mempercepat pemerataan persebaran
penduduk.
Dampak negatif dari transmigrasi yaitu adanya
kecemburuan sosial antara masyarakat setempat dengan para transmigran,
terbengkalainya tanah pertanian di daerah trasmigrasi karena transmigran tidak
betah dan kembali ke daerah asalnya
BAB III
PENUTUP
Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan keempat terbesar
di dunia. Tingkat pertumbuhan penduduknya juga tinggi. Sebenarnya jumlah
penduduk yang besar bukanlah suatu masalah, sebab apabila semua penduduknya
memiliki kualitas SDM yang baik maka justru akan memberikan kontribusi kepada
negara.
Masalah kependudukan di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Masalah Penduduk yang Bersifat Kuantitatif
a. Jumlah Penduduk Besar
Penduduk dalam suatu negara menjadi faktor terpenting dalam pelaksanaan
pembangunan karena menjadi subjek dan objek pembangunan.
Manfaat jumlah penduduk yang besar:
1) Penyediaan tenaga kerja dalam masalah sumber daya alam.
2) Mempertahankan keutuhan negara dari ancaman yang berasal dari bangsa lain.
Selain manfaat yang diperoleh, ternyata negara Indonesia yang berpenduduk
besar, yaitu nomor 4 di dunia menghadapi masalah yang cukup rumit yaitu:
1) Pemerintah harus dapat menjamin terpenuhinya kebutuhan hidupnya. Dengan
kemampuan pemerintah yang masih terbatas masalah ini sulit diatasi sehingga
berakibat seperti masih banyaknya penduduk kekurangan gizi makanan, timbulnya
pemukiman kumuh.
2) Penyediaan lapangan kerja, sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan
serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan dana yang terbatas masalah ini
cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah menggalakkan peran serta sektor
swasta untuk mengatasi masalah ini.
b. Pertumbuhan Penduduk Cepat
Secara nasional pertumbuhan penduduk Indonesia masih relatif cepat, walaupun
ada kecenderungan menurun Keluarga berencana merupakan suatu usaha untuk
membatasi jumlah anak dalam keluarga, demi kesejahteraan keluarga. Dalam
program ini setiap keluarga dianjurkan mempunyai dua atau tiga anak saja atau
merupakan keluarga kecil. Dengan terbentuknya keluarga kecil diharapkan semua
kebutuhan hidup anggota keluarga dapat terpenuhi sehingga terbentuklah keluarga
sejahtera. Dua tujuan pokok Program Keluarga Berencana yaitu:
a. Menurunkan angka kelahiran agar pertambahan penduduk tidak melebihi
kemampuan peningkatan produksi.
b. Meningkatkan kesehatan ibu dan anak untuk mencapai keluarga sejahtera
c. Persebaran Penduduk Tidak Merata
Persebaran penduduk di Indonesia tidak merata baik persebaran antarpulau,
provinsi, kabupaten maupun antara perkotaan dan pedesaan.
Akibat dari tidak meratanya penduduk, yaitu luas lahan pertanian di Jawa
semakin sempit. Lahan bagi petani sebagian dijadikan permukiman dan industri.
Sebaliknya banyak lahan di luar Jawa belum dimanfaatkan secara optimal karena
kurangnya sumber daya manusia. Sebagian besar tanah di luar Jawa dibiarkan
begitu saja tanpa ada kegiatan pertanian. Keadaan demikian tentunya sangat
tidak menguntungkan dalam melaksanakan pembangunan wilayah dan bagi peningkatan
pertahanan keamanan negara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar